Dermayu Post – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak dalam peta pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Komitmen ini dikukuhkan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melalui penandatanganan “Deklarasi Bersama Pengembangan Kawasan Rebana” yang berlangsung di Aula Gemah Ripah (Aula Barat) Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2).
Langkah strategis ini merupakan bentuk kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tujuh kepala daerah di wilayah Rebana, serta Mitra Strategis dan Badan Pengelola Kawasan Rebana.
Sinergi Tujuh Wilayah Penyangga
Penandatanganan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat sinergi pembangunan lintas daerah. Kawasan Rebana sendiri mencakup tujuh kabupaten/kota yang akan berkolaborasi secara intensif, yaitu:
Kabupaten Subang
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Cirebon
Kota Cirebon
“Indramayu memiliki kekuatan di sektor pertanian, energi, industri, dan kelautan. Potensi ini akan kami optimalkan dalam kerangka pengembangan Kawasan Rebana agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Bupati Lucky Hakim di sela-sela acara.
Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai panjang dan lahan pertanian yang luas, Indramayu memegang peranan vital dalam ekosistem Rebana. Beberapa poin keunggulan yang ditonjolkan meliputi:
Lumbung Pangan Nasional: Mempertahankan ketahanan pangan melalui sektor pertanian dan perikanan yang produktif.
Pusat Energi & Migas: Keberadaan industri pengolahan minyak dan gas yang menjadi tulang punggung energi nasional.
Konektivitas Logistik: Kedekatan geografis dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadikan Indramayu magnet bagi investasi industri dan logistik.
Mendorong Pertumbuhan yang Inklusif
Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa partisipasi Indramayu dalam Kawasan Rebana bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
“Kami siap mengambil peran aktif. Tujuannya jelas: meningkatkan daya saing daerah dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indramayu melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan UMKM di sekitar kawasan industri,” tambahnya.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, diharapkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pengelola Kawasan Rebana semakin solid. Hal ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung yang akan mengubah wajah pantai utara (Pantura) menjadi pusat ekonomi modern yang berkelanjutan.