Beranda Internasional China Batasi Penggunaan AI OpenClaw di Instansi Pemerintah dan BUMN

China Batasi Penggunaan AI OpenClaw di Instansi Pemerintah dan BUMN

China Batasi Penggunaan AI OpenClaw di Instansi Pemerintah dan BUMN

Pemerintah China secara resmi mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh lembaga pemerintah dan perusahaan pelat merah, termasuk bank-bank besar negara, untuk tidak menginstal atau menggunakan software OpenClaw. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran serius terkait keamanan nasional dan potensi kebocoran data sensitif.

OpenClaw (sebelumnya dikenal dengan nama Clawdbot atau Moltbot) adalah sebuah sistem AI Agentic bersifat open-source yang tengah populer. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya menjawab pertanyaan, OpenClaw dirancang sebagai asisten otonom yang dapat:

• Mengelola email dan jadwal kalender secara mandiri.

• Memesan tiket perjalanan dan reservasi restoran.

• Mengakses file lokal dan menjalankan aplikasi di perangkat pengguna.

• Berinteraksi dengan sistem eksternal tanpa instruksi manual terus-menerus.

Fenomena penggunaan OpenClaw di China sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai tren “Raising Red Lobsters” (Memelihara Lobster Merah), merujuk pada logo software tersebut.Meskipun OpenClaw menawarkan efisiensi tinggi, para pakar keamanan siber dan otoritas China mengidentifikasi apa yang disebut sebagai “lethal trifecta” (tiga risiko mematikan) yang melekat pada sistem ini:

Akses Data yang Terlalu Luas: Untuk bekerja otonom, OpenClaw membutuhkan izin akses mendalam ke sistem komputer dan data pribadi.

Komunikasi Eksternal Otomatis: Sistem ini dapat berkomunikasi dengan server luar tanpa pengawasan langsung, yang berisiko menjadi jalur pencurian kredensial.

Paparan Konten Tak Terpercaya: Karena dapat menjelajah web dan berinteraksi dengan pihak ketiga, sistem ini rentan terhadap serangan prompt injection dan perangkat lunak berbahaya (malware).

Laporan menyebutkan bahwa pemberitahuan telah dikirimkan ke berbagai entitas strategis dalam beberapa hari terakhir. Isinya meliputi:

Larangan Instalasi: Larangan pemasangan di perangkat kantor dan perangkat pribadi yang terhubung ke jaringan korporat.

Pembersihan Sistem: Instruksi bagi karyawan yang sudah terlanjur menginstal OpenClaw untuk melapor dan melakukan penghapusan perangkat lunak di bawah pengawasan tim keamanan.

Perluasan ke Sektor Militer: Beberapa sumber menyebutkan larangan ini juga meluas hingga ke keluarga personel militer untuk mencegah celah intelijen.Sesaat setelah laporan Bloomberg ini muncul, saham-saham teknologi China yang berkaitan dengan pengembangan AI—seperti Tencent dan Baidu—sempat mengalami volatilitas. Meskipun banyak perusahaan raksasa China mulai mengadopsi teknologi berbasis OpenClaw, intervensi pemerintah ini menunjukkan bahwa Beijing tetap memprioritaskan kontrol ketat atas keamanan data di atas kecepatan inovasi.