Beranda CIAYUMAJAKUNING Sanggar Pangeran Pancur Jaya Mengadakan Pagelaran Tradisi Adat & Budaya Kolaborasi Seni Tradisi Daerah Sekaligus Halal Bihalal Idul Fitri

Sanggar Pangeran Pancur Jaya Mengadakan Pagelaran Tradisi Adat & Budaya Kolaborasi Seni Tradisi Daerah Sekaligus Halal Bihalal Idul Fitri

Cirebon, Dermayu Post – Sanggar Pangeran Pancur Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui pagelaran kolaborasi seni tradisi daerah yang memukau. Acara ini menampilkan perpaduan apik berbagai elemen adat, mulai dari tari-tarian tradisional, musik daerah, hingga prosesi adat, yang dikemas secara kolaboratif untuk memperkuat jati diri budaya.

Kami juga mengadakan kirab budaya bertujuan untuk masyarakat agar dapat terus mengetahui dan mengajarkan pada anak cucu agar sangat pentingnya budaya dan seni tari untuk tetap di lestarikan.

Suasana khidmat berpadu dengan nuansa kental tradisi mewarnai Pagelaran Tradisi Adat & Budaya yang digelar di Sanggar Pangeran Mancur Jaya di Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/3/2026).

Dalam kegiatan kirab budaya di hadiri Oleh,Pangeran Mancur jaya Raden Suparja, Kuwu Kertawinangun,Perwakilan Dinas Pariwisata dan budaya kabupaten Cirebon,budayawan Cirebon Papih Tanto,Sultan Kacirebonan Abdul Gani Natadiningrat,Ketua Payung Suci  M. Danny Jaelani,pimpinan sanggar tari,para sesepuh,serta elemen masyarakat desa tuk.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Halalbihalal ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Kedawung, sekaligus momentum mempererat silaturahmi usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Di tengah suasana sakral kawasan situs, Juru Kunci, RM Suparja, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan perdana. Diharapkan nantinya akan menjadi agenda tahunan, sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan nilai spiritual leluhur.

Menurutnya, Situs Balong Tuk Pangeran Mancur Jaya memiliki makna historis yang kuat, sehingga setiap aktivitas budaya yang digelar di lokasi tersebut diharapkan mampu membawa keberkahan sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat,- ” katanya.

“Ini bukan hanya sekedar Pagelaran Tradisi Adat & Budaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tradisi yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Sultan Kacirebonan IX Pangeran Sultan Abdul Gani Natadiningrat, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari budaya masyarakat yang sarat nilai moral dan spiritual.

Ia menyebutkan, Idulfitri menjadi momentum untuk kembali ke fitrah, memperbaiki hubungan antar sesama, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Pagelaran Tradisi Adat & Budaya sekaligus acara Halalbihalal ini mengajarkan kita untuk membersihkan hati, menjaga kebersamaan, dan mempererat persatuan,” tuturnya.

Tak hanya itu, pagelaran ini juga menghadirkan kolaborasi seni tradisi daerah dari beberapa sanggar tari yang memperkaya nilai budaya lokal, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam pengembangan potensi wisata religi di Kabupaten Cirebon.

Dengan semangat pelestarian budaya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan identitas lokal, agar nilai-nilai kearifan leluhur tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.