INDRAMAYU, DermayuPost.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sekitar Rp293,49 miliar pada tahun 2026. Anggaran yang bersumber dari APBD tersebut akan digunakan untuk 587 paket pengadaan, dengan fokus utama pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur dasar.
Sebagian besar anggaran, yakni sekitar Rp274,16 miliar atau 93 persen, dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi. Program ini mencakup ratusan paket rehabilitasi dan rekonstruksi jalan desa dan kecamatan, pembangunan serta perbaikan jembatan, normalisasi sungai dan saluran pembuang, hingga peningkatan jaringan irigasi.
Sejumlah proyek strategis yang masuk dalam daftar tender di antaranya peningkatan jaringan Daerah Irigasi Lalanang senilai Rp7,99 miliar, serta berbagai rekonstruksi jalan seperti ruas Temiyang–Simpang Pejaten, Karangsinom–Gabuskulon, Pringgacala–Kalianyar, Rancajawat–Sukaperna, Srengseng–Kapringan, hingga Sekarmulya–Rancamulya dengan nilai proyek berkisar Rp4,4 miliar hingga Rp4,99 miliar.
Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kroya, Losarang, Bongas, Kandanghaur, dan Terisi. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung sektor pertanian melalui sistem irigasi yang lebih optimal.
Selain pekerjaan konstruksi, PUPR juga menganggarkan pengadaan alat berat berupa excavator amphibi senilai Rp5,097 miliar melalui metode e-purchasing. Anggaran juga dialokasikan untuk pengadaan bahan bangunan dan suku cadang guna mendukung pemeliharaan infrastruktur.
Di sektor perencanaan, sekitar Rp7,31 miliar disiapkan untuk jasa konsultansi. Anggaran ini digunakan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) jalan dan jembatan, pengawasan teknis, dokumen lingkungan (UKL/UPL), hingga peninjauan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Selain itu, terdapat pula studi kelayakan pembangunan gedung serta pengembangan aplikasi sistem informasi penataan ruang.
Dari sisi metode pengadaan, pengadaan langsung mendominasi dengan 488 paket senilai sekitar Rp109 miliar, yang umumnya digunakan untuk proyek skala kecil hingga menengah. Sementara itu, metode tender digunakan untuk 89 paket bernilai besar dengan total Rp176,71 miliar, terutama untuk proyek rekonstruksi jalan utama dan peningkatan irigasi. Adapun metode e-purchasing dan seleksi digunakan untuk pengadaan barang serta jasa konsultansi tertentu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Indramayu, Maulana Malik, menyampaikan bahwa program pengadaan tahun 2026 diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur daerah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan ketahanan pangan.
“Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan yang dicanangkan Bupati Indramayu, Lucky Hakim,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan semua pihak.
“Semua elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menyukseskan program pembangunan ini demi mewujudkan Indramayu yang lebih maju,” pungkasnya.