Beranda DERMAYU HARI INI Takmad Diningrat Pendiri Dayak Bumi Segandu Tutup Usia

Takmad Diningrat Pendiri Dayak Bumi Segandu Tutup Usia

Takmad Diningrat Pendiri Dayak Bumi Segandu Tutup Usia

Dermayu Post – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Indramayu. Tokoh sentral sekaligus pendiri komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu, Takmad Diningrat, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026). Kepergian pria yang menjadi ruh bagi komunitas di Kecamatan Losarang ini meninggalkan duka mendalam bagi ribuan pengikutnya.

Lahir dan besar di tanah dermayu, Takmad Diningrat bukan sekadar pemimpin biasa. Ia adalah figur yang membidani lahirnya komunitas kepercayaan lokal yang menetap di Desa Krimun sejak era 1970-an. Kelompok ini kemudian lebih dikenal luas oleh masyarakat sebagai Suku Dayak Losarang.

Meski menyandang nama “Dayak”, komunitas yang dibangun Takmad tidak memiliki keterkaitan silsilah dengan suku Dayak di Kalimantan. Penamaan tersebut merupakan simbol filosofis tentang kejujuran dan kemandirian hidup. Di bawah bimbingannya, komunitas ini berkembang pesat hingga memiliki ribuan pengikut yang tersebar mulai dari wilayah Subang, Cirebon, hingga Jawa Timur.

Takmad mengajarkan prinsip hidup yang unik, di mana para pengikut laki-lakinya identik dengan atribut celana pendek hitam-putih dan bertelanjang dada sebagai simbol kepasrahan kepada alam.

Selama masa hidupnya, Takmad Diningrat dikenal teguh memegang prinsip kepercayaan yang dianut kelompoknya. Komunitas ini memiliki pandangan hidup tersendiri yang tidak masuk dalam enam agama resmi negara.

Salah satu hal yang paling menonjol dari kepemimpinan Takmad adalah sikap terkait administrasi kependudukan. Banyak dari anggotanya yang memilih untuk tidak memiliki KTP atau dokumen formal lainnya, berangkat dari keyakinan bahwa identitas sejati manusia melekat pada diri, bukan pada lembaran kertas.

“Kami tetap bagian dari NKRI, hidup berdampingan dengan alam dan sesama tanpa harus kehilangan jati diri yang kami yakini,” demikian semangat yang selalu ditekankan dalam komunitas tersebut.

Meninggalnya Takmad Diningrat menandai berakhirnya sebuah era bagi komunitas Bumi Segandu. Ia dipandang sebagai figur pemersatu yang mampu menjaga nilai-nilai ajaran lokal tetap eksis di tengah arus modernisasi selama lebih dari lima dekade.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di padepokan komunitas di Desa Krimun mulai dipenuhi oleh para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Belum ada pernyataan resmi terkait siapa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan spiritual komunitas ini ke depannya.

Kepergian Takmad Diningrat bukan hanya kehilangan bagi para pengikutnya, tetapi juga bagi catatan sejarah keberagaman budaya dan kepercayaan lokal yang ada di Indramayu.