Beranda DERMAYU HARI INI Terkait Tuduhan Monopoli Tender Outsourcing, Sayogyo: Tidak Ada KKN, Seluruh Proses Berjalan Sesuai Regulasi dan Mekanisme Resmi

Terkait Tuduhan Monopoli Tender Outsourcing, Sayogyo: Tidak Ada KKN, Seluruh Proses Berjalan Sesuai Regulasi dan Mekanisme Resmi

Terkait Tuduhan Monopoli Tender Outsourcing, Sayogyo: Tidak Ada KKN, Seluruh Proses Berjalan Sesuai Regulasi dan Mekanisme Resmi

INDRAMAYU, DermayuPost.com – Terkait Tuduhan Monopoli Tender Outsourcing, Sayogyo: Tidak Ada KKN, Seluruh Proses Berjalan Sesuai Regulasi dan Mekanisme Resmi. Sabtu (11/4/2026).

Direktur PT Sinergi Bintang Abadi (SIBA), Sayogyo SE angkat bicara terkait proses tender outsourcing di Pemkab Indramayu yang dinarasikan diduga KKN dan dimonopoli.

Menurutnya, seluruh proses telah berjalan sesuai regulasi dan mekanisme resmi yang berlaku, sehingga pada prinsipnya tidak ada hal yang perlu diperdebatkan dan dipersoalkan.

Walau begitu, klarifikasi ke publik penting untuk menghindari adanya persepsi tidak baik masyarakat agar perusahaan yang ia bangun terus mendapat kepercayaan publik.

Dijelaskan Sayogyo, semua proses tender untuk pengadaan sumber daya manusia baik cleaning servis, scurity, supir dan juru masak di sejumlah dinas serta BLUD telah dilalui dengan prinsip profesional.

Dengan legalitas, kualitas dan kuantitas, maka perusahaannya sudah di percaya di Pemkab Indramayu sejak jamannya Bupati Anna Sophana hingga Nina Agustina, dan berlanjut dibawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim.

“Alhamdulillah dengan legalitas dan profesionalitas, kami dipercaya sebagai penyedia tenaga kerja dan sumber daya manusia untuk mendukung program pemerintah daerah. Sekitar 500 an tenaga kerja yang di sokong PT SIBA dan BSM,”jelas lelaki yang biasa disapa Bang Yugo.

Dibeberkan Yugo, atas pembuktian kehandalan dan ketrampilan personilnya, di Indramayu bukan hanya digunakan untuk pengadaan tenaga kerja di Pemda, namun sejumlah perusahaan besar swasta di Kota Mangga sudah kerjasama dengan perusahaanya untuk tenaga outsourcing. Bahkan, saat ini ada tawaran dari sejumlah LPK dan perusahaan swasta besar mengajak kerjasama.

“Kita juga dipakai untuk hotel, gudang rabat, masjid, gereja dan perumahan elit. Kalau kita hitung, mungkin yang di swasta mencapai angka 250 miliar sewilayah Indramayu. Di Pemkab kita hanya sekitar 50 miliaran,” kata Yugo.

Untuk mempertahankan kepercayaan publik dan mendukung program pemerintah terkait penekanan pengangguran, pihaknya juga merekrut tenaga lokal. Hampir 90 persen, perusahaannya menggunakan tenaga lokal asli warga Indramayu.

“Termasuk kita kantor (PT BSI dan PT BSM) berdomisili di Indramayu. Tujuannya, agar kita juga mendukung perekonomian disini karena pajak dan perputaran uang lainnya masuk di Indramayu,” tegas Yugo.

Pihaknya juga meluruskan selama ini tidak mengandalkan kedekatan dengan siapapun termasuk dengan para Kepala Dinas dan Kepala Badan, bahkan dengan pemimpin daerah lainnya. Dirinya optimis, dengan kualitas, kuantitas, profesionalitas dan legalitas, perusahaanya akan dipercaya publik dan mendapat tempat di hati masyarakat, termasuk perusahaan swasta.

“Sekarang kita melebar untuk kebutuhan DKI dan hampir mayoritas wilayah Jawa Barat. Semoga kita bisa menjaga kemitraan dengan semua elemen masyarakat termasuk bermitra dengan wartawan, karena kami juga lahir dari jiwa pers,” tutup Yugo sambil menjelaskan sekitar 14 tahun perusahaanya sudah berkibar di Indramayu.

“Sekali lagi saya tegaskan, kita tidak ada KKN dan curang untuk memonopoli tender, dari perusahaan outsourcing lain juga ada (masuk) kok ikut tender jasa alih daya atau pengadaan tenaga outsourcing,” tutup Yugo.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data dari Portal Pengadaan Nasional per April 2026 menunjukkan dua perusahaan outsourcing mendominasi kontrak APBD 2026: PT Bintang Service Management (BSM) dengan nilai kontrak Rp13,249 miliar dari kerjasama dengan 22 instansi/BLUD, dan PT Sinergi Bintang Abadi (SIBA) dengan nilai lebih besar, Rp35,237 miliar dari 14 instansi/BLUD. Total keduanya mencapai hampir Rp48,5 miliar.

Detail kontrak SIBA dan BSM tersebar di hampir semua dinas dan badan, mulai dari kebersihan, keamanan, supir, resepsionis, operator alat berat, hingga tenaga IT dan juru masak di RSUD Indramayu.

  • Dinas Lingkungan Hidup: Belanja jasa tenaga kebersihan dan supir UPTD Kebersihan Rp17,19 miliar.
  • RSUD Indramayu: Tenaga kebersihan Rp5,3 miliar, keamanan Rp1,9 miliar, juru masak Rp902 juta.
  • Dinas Komunikasi dan Informatika: Tenaga kebersihan Rp2,73 miliar.
  • Sekretariat Daerah: Pramubakti Rp922 juta dan keamanan Rp1,32 miliar.

Sementara di BSM, paket besar antara lain di Dinas Kesehatan (Rp1,38 miliar untuk berbagai tenaga pendukung), RSUD Indramayu (operator komputer/admin/IT Rp2,8 miliar), serta berbagai dinas lain untuk pelayanan umum, kebersihan, dan keamanan.

Atas rentetan tender yang dimenangkan PT BSM dan SIBA, publik menilai diduga ada proses Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena terjadinya monopoli tender untuk jasa alih daya. Padahal, proses tender berjalan sesuai mekanisme dan tidak ada pengondisian, apalagi KKN.

“Kami memandang bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai regulasi dan mekanisme resmi yang berlaku, sehingga pada prinsipnya tidak ada hal yang perlu diperdebatkan di luar jalur yang semestinya.”tutup Yugo. *** (Rls)