Beranda Nasional Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia Gandeng Jepang Garap Seminar Nasional

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia Gandeng Jepang Garap Seminar Nasional

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia Gandeng Jepang Garap Seminar Nasional

Pemerintah Indonesia terus mematangkan kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng mitra internasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam sebuah seminar nasional yang digelar di Jakarta.​

Seminar bertajuk “Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi (Shokuiku) dalam Implementasi Program MBG” ini menjadi wadah bagi kedua negara untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan makan siang di sekolah (school meal) yang telah sukses diterapkan di Jepang.​Acara ini menarik perhatian besar dari berbagai pemangku kepentingan di seluruh penjuru negeri.

Tercatat lebih dari 8.000 peserta hadir, baik secara luring maupun daring. Peserta yang terlibat meliputi:

Kepala dan ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Perwakilan Dinas Kesehatan daerah.

​Balai Penjamin Mutu Pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia.​

Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menjelaskan bahwa di Jepang, program makan siang sekolah bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan yang dikelola secara menyeluruh.

​”Program school meal di Jepang mencakup pengelolaan dan operasional yang komprehensif, mulai dari penyusunan menu, manajemen kebersihan, distribusi, hingga pengembangan kapasitas,” ungkap Takeda (18/2/2026).​

Konsep ini dikenal dengan istilah Shokuiku, yakni edukasi makanan dan gizi yang bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini serta menghargai budaya pangan lokal.​

Meski Jepang memiliki sistem yang sangat mapan, Takeda menekankan pentingnya fleksibilitas. Pengalaman Jepang diharapkan menjadi inspirasi, bukan cetak biru yang dipaksakan.

​”Program school meal bukanlah model yang seragam untuk diterapkan secara langsung, melainkan inisiatif yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan konteks masing-masing negara dan wilayah,” tambahnya.​

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat menyerap praktik terbaik dalam hal standar keamanan pangan dan manajemen logistik untuk memastikan program MBG berjalan efektif, higienis, dan berdampak nyata bagi kesehatan generasi mendatang.