Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Board of Peace (BoP), sebuah lembaga yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk mempercepat pemulihan wilayah Gaza pascakonflik.
Fokus utama kerja sama ini adalah menggunakan kekuatan sepak bola sebagai instrumen pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur di kawasan tersebut.
Peresmian kerja sama bersejarah ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Markas Besar Institut Perdamaian Donald J. Trump AS, Washington, pada Kamis (19/2) waktu setempat atau Jumat (20/2) WIB.
Kemitraan ini melibatkan pemangku kepentingan internasional dan lokal yang krusial untuk memastikan keberlanjutan program di lapangan. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh:
Gianni Infantino (Presiden FIFA)
Yakir Gabay (Dewan Eksekutif Perdamaian Gaza dari BoP)
Nickolay Mladenov (Perwakilan Tinggi untuk Gaza)
Ali Shaath (Administrasi Gaza/NCAG)
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan bahasa universal yang mampu membawa harapan.
“Hari ini, FIFA dan Board of Peace menandatangani perjanjian yang akan mendorong investasi ke sepak bola untuk membantu proses pemulihan di wilayah pascakonflik,” ujar Infantino.
Rencana besar ini akan diimplementasikan dalam empat fase selama 36 bulan ke depan, dengan beberapa proyek mercusuar di antaranya:
Stadion Nasional Baru: Pembangunan stadion berkapasitas 20.000 hingga 25.000 penonton dengan nilai investasi sekitar US$50 juta.
FIFA Academy: Pembangunan pusat pelatihan sepak bola modern senilai US$15 juta untuk pembinaan talenta muda.
Infrastruktur Komunitas: Pembangunan 50 lapangan mini (FIFA Arena) di dekat pemukiman dan sekolah, serta 5 lapangan ukuran standar di berbagai distrik Gaza.
Selain infrastruktur fisik, program ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal, pelatihan keterampilan vokasional, serta aktivasi liga sepak bola untuk laki-laki dan perempuan. Board of Peace sendiri merupakan inisiatif Trump yang bertujuan menggalang dana internasional untuk rekonstruksi Gaza.
Nickolay Mladenov, selaku Perwakilan Tinggi untuk Gaza, menyebutkan bahwa kehadiran FIFA memberikan dimensi emosional yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan kembali Gaza.
“Kami tidak hanya membangun gedung, kami membangun kembali kepercayaan dan masa depan generasi muda Gaza melalui olahraga,” tambahnya.
Kemitraan ini menandai keterlibatan paling ambisius FIFA dalam wilayah konflik, dengan harapan bahwa stabilitas di Gaza dapat dicapai melalui diplomasi olahraga yang didukung oleh kekuatan politik internasional.