Beranda Ekonomi dan Bisnis Antisipasi Lonjakan Lebaran 2026, Bulog Tambah Stok Minyakita Hingga 70 Ribu Kiloliter

Antisipasi Lonjakan Lebaran 2026, Bulog Tambah Stok Minyakita Hingga 70 Ribu Kiloliter

Antisipasi Lonjakan Lebaran 2026, Bulog Tambah Stok Minyakita Hingga 70 Ribu Kiloliter

Pemerintah melalui Perum Bulog mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya akan menambah pasokan minyak goreng subsidi, Minyakita, secara signifikan.

​Dalam kunjungannya ke Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (20/2/2026), Rizal menyatakan bahwa kuota penyaluran Minyakita akan dinaikkan lebih dari dua kali lipat dari volume bulanan biasanya.

​Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi menghadapi potensi kenaikan permintaan masyarakat selama bulan suci Ramadan dan menyongsong Lebaran.​

“Untuk Minyakita sampai saat ini per bulan kita siapkan 30 ribu kiloliter. Bahkan, khusus menjelang Lebaran ini kami stokkan sampai 70 ribu kiloliter untuk mengantisipasi masyarakat menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026,” ujar Rizal dilansir dari CNN Indonesia.​

Penambahan pasokan sebesar 40 ribu kiloliter dari rata-rata bulanan ini diharapkan mampu:

​Menjaga Stabilitas Harga: Mencegah spekulasi harga di tingkat pedagang akibat kelangkaan barang.

Menjamin Ketersediaan: Memastikan masyarakat mudah mendapatkan akses minyak goreng terjangkau di pasar-pasar tradisional maupun ritel.

Ketahanan Pangan: Memperkuat cadangan pangan nasional di tengah meningkatnya konsumsi rumah tangga secara nasional.

Kehadiran Dirut Bulog di Pasar Jatinegara juga bertujuan untuk memantau kondisi harga riil di lapangan. Dengan kepastian stok yang melimpah, pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebih, karena pasokan dipastikan aman hingga masa libur Lebaran usai.

​Hingga saat ini, Minyakita tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga minyak goreng di masyarakat luas, mengingat harganya yang dipatok sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.​