Beranda CIAYUMAJAKUNING Silaturahmi Pisowanan Ageng & Halal Bihalal Keluarga Besar Kesutanan Kanoman Cirebon Bersama Abdi dalam Dan Warga Masyarakat Cirebon

Silaturahmi Pisowanan Ageng & Halal Bihalal Keluarga Besar Kesutanan Kanoman Cirebon Bersama Abdi dalam Dan Warga Masyarakat Cirebon

Silaturahmi Pisowanan Ageng & Halal Bihalal Keluarga Besar Kesutanan Kanoman Cirebon Bersama Abdi dalam Dan Warga Masyarakat Cirebon

Cirebon,DermayuPost,- ” Silaturahmi Pisowanan Ageng dan Halalbihalal di Keraton Kanoman Cirebon adalah tradisi tahunan pasca-Idul Fitri (biasanya 6 Syawal) yang mempertemukan Sultan Kanoman XII, keluarga keraton, abdi dalem, dan masyarakat umum.

 Kegiatan di Bangsal Jinem ini bertujuan merajut silaturahmi, memaafkan kekhilafan, dan memperkuat kebersamaan, yang sering kali mendahului tradisi Grebeg Syawal. 

Sultan Kanoman XII Pangeran Raja Muhamad Emirudin didampingi keluarga keraton menerima kunjungan langsung dari para abdi dalem dan masyarakat luas dari dalam maupun luar Kota Cirebon.

Suasana Acara berlangsung khidmat dan hangat, di mana masyarakat dapat bersalaman langsung dengan Sultan, sebuah kesempatan yang dianggap istimewa oleh banyak warga.

Bertujuan Selain bermaaf-maafan, acara ini merupakan wujud pelestarian tradisi dan upaya keraton untuk tetap dekat dengan masyarakat.

Konteks Tradisi Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara besar di Keraton Kanoman, sering dikaitkan dengan perayaan Grebeg Syawal. 

Setelah berpuasa sebulan dan berlebaran, Keraton Kanoman di Cirebon, Jawa Barat, kembali menggelar halalbihalal. Acara ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antara keluarga sultan dan rakyat, tetapi juga demi menjaga persatuan warga yang berbeda latar belakang.

Ratusan warga memadati Pendopo Jinem Keraton Kanoman pada Kamis 26 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. 

Anak-anak hingga warga lanjut usia duduk melantai di atas karpet hijau. Saking ramainya, sejumlah orang harus berdiri di luar ruangan karena tidak kebagian tempat.

Para pengunjung beragam, Ada yang mengenakan jas kuning sebagai penanda abdi dalem keraton, kemeja batik, jaket ojek daring, hingga rompi hitam bergambar kelelawar dengan tulisan ”kumpulan anak malam selalu ada”. Perwakilan masyarakat Tionghoa Cirebon juga turut hadir.

suasana pisowanan ageng atau halalbihalal yang rutin digelar Kesultanan Kanoman setelah Lebaran. Dalam kegiatan ini, masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu dan berjabat tangan dengan Sultan Kanoman XII Raja Muhammad Emirudin beserta keluarga.

Setelah sambutan dan pembacaan doa, warga langsung berlomba menyalami sultan dan keluarga. Sultan yang mengenakan pakaian adat berwarna putih dengan bawahan batik krem kerap diam dan tersenyum kepada warga. Lantunan shalawat terdengar selama halalbihalal.

Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran adalah Patih Kesultanan Kanoman Cirebon yang aktif dalam kegiatan adat dan sosial Memaparkan,inti dari halalbihalal adalah silaturahmi. Tidak hanya keluarga keraton, tetapi juga antara sultan dan masyarakatnya yang berbeda latar belakang. Apalagi, bulan Syawal pasca-Lebaran jadi momentum bermaafan.

Walaupun (silaturahmi) tidak harus setahun sekali, ini momen untuk berkumpul bersama di tengah keterbatasan waktu,” ungkap Patih Qodiran.

 Tanggal 6 Syawal dipilih karena banyak kerabat telah mudik dan dianggap pas untuk mengumumkan Grebeg Syawal dua hari berikutnya.

Menurut dia, halalbihalal mulai digelar setiap 6 Syawal setiap tahun. Sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung pada hari Lebaran. ”Sekarang, sudah banyak masjid di dekat rumah warga. Jadi, shalat (Idul Fitri) di sana dan kumpul keluarga. Dulu, semuanya di keraton,” tuturnya

Dalam kesempatan itu, Patih Qodiran memohon maaf kepada masyarakat apabila terdapat kesalahan dari pihak Kesultanan Kanoman,- Tutupnya