Dermayu Post — Hari Lahir (Harlah) ke-VI Pondok Pesantren Progresif diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah pada Minggu (29/3/2026). Perayaan tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena diisi dengan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi istighotsah, senam bersama, santunan anak yatim bekerja sama dengan Baznas Indramayu, pawai publikasi, serta pengajian umum yang disampaikan oleh KH. Hasan Wahyudin dari Indramayu.
Kegiatan semakin semarak ketika sekitar pukul 10.40 WIB hadir di tengah-tengah jamaah Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang disambut antusias oleh masyarakat.
Sekretaris panitia, Ustadz Mumu Muallim, S.Pd.I, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya kegiatan Harlah Pesantren Progresif yang juga dirangkaikan dengan Haul Jamiyah Sabtonan.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada Bupati Indramayu, Ketua Baznas Indramayu, Ibu Kepala Puskesmas Pondoh, serta seluruh jamaah atas dukungan sehingga acara ini berjalan dengan sukses,” ujar Ustadz Mumu.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini turut didukung dengan program cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Pondoh.
Sementara itu, pimpinan Pesantren Progresif, H. Miftahul Fatah, didampingi Ketua Jamiyah Sabtonan Ustadz Nurul Hikam, M.Pd, mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya pasca bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan majelis taklim atau jamiyah menjadi sarana penting dalam memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Selain menambah ilmu, kegiatan keagamaan juga menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Ia juga menilai Pesantren Progresif sebagai salah satu lembaga yang berperan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
“Pesantren merupakan tempat yang nyaman bagi santri untuk membangun sumber daya manusia, khususnya dalam pembentukan karakter. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dan pengembangan pondok pesantren,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan pesantren juga mengalungkan syal kepada Bupati sebagai bentuk penghormatan.Kegiatan Harlah ke-VI ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.